Cara Menjodohkan Murai Batu Yang Jitu Dan Meraup Untung

Cara Menjodohkan Murai Batu Yang Jitu Dan Meraup Untung

Cara Menjodohkan Murai Batu – Burung murai batu merupakan salah satu jenis burung yang apabila dirawat dengan serius akan membawa keuntungan yang tidak sedikit. Namun, dalam membudidayakan Burung Murai Batu ini gampang-gampang susah. Termasuk dengan menjodohkan burung ini agar berkembang biak. Tapi kalian tak usah khawatir, berikut ini Cara Menjodohkan Murai Batu yang Jitu.

Cara menjodohkan burung murai batu 1-min

Teknik Tempel Sangkar

Teknik tempel sangkar ini merupakan salah satu cara yang sering digunakan untuk menjodohkan burung murai batu. Karena caranya yang sederhana dan mudah. Akan tetapi kekurangan dari teknik ini ialah banyak para pemula yang gagal dalam mempraktikkannya. Kegagalan ini diakibatkan oleh rasa ketidaksabaran. Dimana kesalahannya ialah para pemula ini terburu-terburunya memasukkan pejantan ke dalam sangkar betina sehingga yang ada kedua burung tersebut bertengkar.

Lalu bagaimana cara menjodohkan murai batu dengan teknik sampel sangkar yang benar?. Caranya yang pertama yakni pilih jantan dan betina yang berumur di atas satu tahun dan menunjukkan gejala birahi yakni burungnya sering berkicau. Kedua, dekatkan kedua sangkar mereka posisikan secara sejajar. Perhatikan kedua burung tersebut, apakah keduanya tidur berdekatan. Jika sudah lalu masukan betina dan jantannya ke dalam satu sangkar. Lalu lihat proses nya selama satu hingga dua minggu.

Teknik Kandang Sekat

Teknik kandang sekat ini prinsipnya hampir mirip dengan sistem tempel sangkar. Perbedaannya ialah di kandang yang digunakan. Cara ini lebih mudah dan cukup hanya dengan satu kandang saja. Dimana kalian hanya tinggal menambahkan sekat pemisah antara jantan dan betina. Dimana burung murai batu ini diharapkan bisa mengenal dan berjodoh. Tandanya berjodoh ialah mereka tak berkelahi dan terlihat rukun. Apabila tak berjodoh cirinya ialah mereka akan saling menghindari bahkan bisa menyebabkan perkelahian yang ujungnya akan membuat mereka saling melukai.

Akan tetapi, kelemahan dari teknik kandang sekat ialah apabila pejantan sedang over birahi, burung pejantan akan menabrak-nabrak sekatnya, sehingga akan membuat burung betina stres dan ketakutan karena merasa dirinya terancam. Nah rasa stress dan ketakutan ini dapat menyebabkan burung murai betina tidak nafsu makan. Dan, proses perjodohan menjadi terhambat.

Sehingga untuk meminimalisir kejadian seperti itu, kalian harus mengetahui dulu bagaimana kebiasaan birahi dari burung murai jantannya. Apakah burung jantan yang kalian pilih itu sangat agresif, jika iya dianjurkan jangan menjodohkan burung tersebut dengan teknik ini. Apabila cenderung normal maka sangatlah pas jika menggunakan cara ini.

Cara menjodohkan burung dengan teknik kandang sekat ini antara lain pertama pilihlah kandang yang berukuran besar, lalu tambahkan sekat berupa jeruji ke dalam kandang. Setelah itu, masukan sepasang burung murai batu yang sudah menunjukkan gejala birahi. Observasi atau amatik selama kurang lebih dua minggu.

Teknik Sistem Karamba

Cara menjodohkan murai batu dengan teknik sistem keramba ini sangatlah unik. Dimana pada dasarnya teknik ini menggunakan prinsip menyeimbangkan tingkat birahi antara burung murai batu jantan dan betina tujuannya untuk meminimalisir adanya perkelahian dan menciptakan kondisi ataupun suasana yang kondusif dan nyaman. Dalam menggunakan teknik sistem karamba ini kalian harus mengenalkan terlebih dahulu sepasang burung murai batunya. Jangan sampai langsung saja dijodohkan dengan teknik ini karena hal tersebut dapat memunculkan perkelahian.

Lalu bagaimana cara menjodohkan dengan teknik sistem karamba ini?. Caranya yakni pertama kalian harus menyiapkan kandang dalam ukuran sedang. Dimana kandang ini haruslah berjeruji kayu ataupun bisa juga aluminium. Kedua, sediakan ke dalam kandang bak mandi yang berisi air bersih dalam jumlah yang cukup. Ketiga mulailah menempatkan sangkar burung murai batu jantan dan betina. Lalu lihat kurang lebih selam 12 jam. Apakah mereka berjodoh atau tidak. Jika iya, setelah 12 jam mengobservasi masukan sepasang burung murai batu tersebut ke dalam sangkar keramba. Lalu dilihat kembali apakah ada perkelahian atau tidak. Jika iya segera pisahkan.

Bagaimana menurut kalian?. Cara ini memang terbilang rumit dan perlu observasi yang baik akan tetapi teknik sistem karamba ini cukup banyak digunakan oleh para peternak burung khususnya burung murai batu. Karena walaupun terbilang lebih ribet akan tetapi hasil yang didapat sangatlah baik.

Teknik Burung Murai Batu Betina Di Kandang Penangkaran

Teknik yang satu ini memiliki kelebihan dalam meminimalisir adanya perkelahian anat burung murai batu serta tekni ini akan memaksakan sepasang burung tersebut untuk saling mengenal. Pada prinsipnya teknik ini membuat burung murai batu betina dibiarkan bebas di kandang penangkaran. Semantara itu, burung murai batu jantan dibiarkan untuk melihat dan mengamati gerak-gerik betinanya, dimana dari hal inilah diharapkan pejantan tersebut birahi.

Tanda birahinya bisa kalian lihat dimana pejantan berkicau dengan merdu sedangkan betinanya mulai mengepak-ngepakkan sayapnya serta sudah mulai mengambul serabut-serabut untuk membuat sangkar. Setelah itu, biarkan satu hingga dua hari agar burung mencapai puncak birahinya.

Cara lebih rincinya adalah pertama kalian persiapkan kandang penangkaran yang besar. Kedua masukkan burung jantan ke dalam sangkar di dalam kandang penangkaran. Ketiga, masukan burung betina biarkan ia berkeliaran di dalam kandang penangkaran. Ketiga, observasi dan amati pejantan dan betinanya apakah menunjukkan tanda birahi atau tidak. Apabila iya, tunggu hingga satu hingga dua hari setelah itu lepaskan burung jantan dari dalam sangkarnya. Cara ini sangatlah cocok untuk pejantan yang memiliki over birahi.

Baca Juga : https://murairimba.com/cara-menjodohkan-murai-batu-dari-trotol/

Teknik Burung Murai Batu Jantan Di Kandang Penangkaran

Teknik ini pada prinsipnya sama persis dengan teknik yang ke empat. Bedanya di sini memasukkan burung batu betina ke dalam sangkar sedangkan burung murai batu pejantan dibiarkan bebas di dalam kandang penangkaran. Teknik ini memiliki kelebihan agar burung pejantan yang kurang birahi dimana biasanya ini terjadi pada burung murai batu yang belum pernah dijodohkan, akan bisa birahi dengan cara dia lebih mendominasi wilayah. Dimana setelah mengobservasi wilayahnya, burung jantan ini akan mulai berkicau dan sedikit demi sedikit mendekati betina yang ada di dalam sangkar. apabila berjodoh burung betina akan menerima pejantan sehingga tidak terjadi perkelahian.

Teknik rincinya yakni kalian siapkan kanang penangkaran dan sangkarnya. Kedua, masukkan burung murai batu betina ke dalam sangkar, serta masukan burung murai batu jantan ke dalam kandang penangkaran. Ketiga biarkan jantan mengobservasi wilayah kandang penangkarannya. Lalu lihat apakah pejantan berkicau dan pada malam hari tidurnya dekat dengan sangkar betina. Apabila seperti itu, tandanya jantan birahi dan mereka berjodoh.

Semoga setelah kalian membaca artikel ini, terjawab sudah pertanyaan mengenai bagaimana Cara Menjodohkan Murai Batu yang jitu dan benar. Cara-cara ini akan berhasil dengan baik apabila sudah sesuai dan kalian teliti dalam memperhatikan tanda-tanda birahi pada burung murai batu. Akhir kata semoga sukses untuk kita semua.

www.murairimba.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *