Cara Menjodohkan Murai Batu dari Trotol

Cara Menjodohkan Murai Batu dari Trotol

Cara Menjodohkan Murai Batu dari Trotol  – Apakah Anda sedang mencari cara menjodohkan Murai Batu dari trotol? Jika benar, maka Anda telah datang ke tempat yang tepat. Beruntung bagi Anda karena kali ini kami akan menjelaskan bagaimana cara menjodohkan burung Murai Batu Anda hingga berhasil dan bertelur. Terus simak artikel ini sehingga Anda tahu bagaimana kiat-kiat agar burung Murai Batu Anda cepat berjodoh.

Cara menjodohkan burung murai trotol-min (1)

Lakukan Persiapan

Sebelum proses penjodohan burung Murai Batu Anda dimulai, Anda harus melakukan beberapa persiapan terlebih dahulu. Apa saja persiapan yang harus Anda lakukan? Persiapan yang harus Anda lakukan antara lain yaitu adalah mengidentifikasi jenis kelamin dari burung Murai Batu tersebut, lalu menyiapkan jenis indukan dengan kualitas yang baik serta layak untuk dijodohkan, menyiapkan kandang yang dikhususkan untuk perjodohan burung Murai, memberikan pakan dengan kualitas serta mutu yang baik, dan menyeleksi indukan yang sudah birahi penuh dan siap untuk dijodohkan.

Lalu, bagaimana cara menjodohkan dua burung Murai Batu agar cepat berhasil? Yuk, simak cara-caranya di bawah ini.

Identifikasi Burung Murai Batu Jantan

Hal pertama yang perlu Anda lakukan yaitu adalah mengidentifikasi burung Murai Batu jantan. Bagaimana caranya? Sebagai informasi, burung Murai Batu jantan memiliki bulu ekor yang cukup panjang, lebih kuat, dan juga lebih besar. Bentuk mata burung Murai Batu jantan pun bulat dan memiliki sorot mata yang tajam serta terfokus. Sedangkan untuk bagian tubuhnya, burung Murai Batu jantan berukuran lebih besar dan memiliki warna bulu hitam pekat yang mengkilat. Bulu-bulu burung Murai Batu jantan pun biasanya terasa tidak begitu kasar.

Tidak hanya itu, namun sisik kasar milik burung Murai Batu jantan ini bisa dibilang agak kasar. Juga, di bagian dubur dari burung jantan ini, terdapat bagian yang menonjol dan runcing atau tegak lurus. Biasanya, bagian ini disebut dengan “vent”. Jika Anda meraba di bagian dubur dari burung Murai Batu jantan ini, Anda akan dapat merasakan bagian duburnya menonjol keluar mirip dengan bumbung. Salah satu karakter lainnya dari burung Murai Batu jantan ini adalah, burung jantan ini lebih sering berkicau daripada burung betina dan volume kicaunya jauh lebih lantang dibandingkan si betina.

Karakter terakhir yang perlu Anda perhatikan dari burung Murai Batu jantan ini adalah, ketika masih muda, akan terdapat bintik-bintik besar berwarna coklat yang mana biasa disebut dengan trotolan dan biasanya muncul di bagian dada burung Murai Batu jantan tersebut.

Identifikasi Burung Murai Batu Betina

Sedangkan untuk mengidentifikasi burung Murai Batu betina, cukup mudah untuk dilakukan. Burung Murai Batu betina pada umumnya memiliki karakteristik atau ciri-ciri yang berlawanan dengan burung Murai Batu jantan. Perbedaan yang cukup terlihat adalah ketika burung Murai Batu betina masih muda, maka pada bagian dadanya akan tumbuh bulu muda yang berwarna putih dengan sedikit coklat dan garis warnanya memanjang ke bawah.

Sangat penting bagi Anda untuk menjodohkan burung Murai Batu jantan dengan burung Murai Batu betina yang sudah cukup umur atau minimal harus diatas umur 10 bulan atau kurang lebih 1 tahun. Sedangkan untuk burung Murai Batu jantan, setidaknya harus berusia 1 tahun keatas dengan idealnya 1,5 tahun. Juga, kedua burung Murai Batu tersebut haruslah bebas dari cacat fisik, tidak sedang mengalami pergantian bulu, dan juga sudah birahi penuh.

Baca Juga : https://murairimba.com/cara-menangkar-burung-murai-batu-bagi-para-pemula/

Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Pembauran

Sebelum Anda menjodohkan Murai Batu dari trotol, Anda harus melakukan beberapa hal terlebih dahulu. Seperti yang telah kami jelaskan sebelumnya, Anda harus menyiapkan sangkar khusus untuk penjodohan kedua burung Murai Batu tersebut. Anda dapat memilih sangkar ganda atau sangkar dengan penyekat. Atau, Anda juga dapat mengatur sangkar kedua burung tersebut agar saling berdampingan. Tidak lupa, Anda harus memberi pakan dengan gizi yang baik agar menambah performa fisik serta mental dari kedua burung tersebut.

Tahapan Awal Penjodohan

Layaknya manusia, dalam menjodohkan burung Murai Batu ini juga diperlukan tahap-tahap awal sebelum memasuki proses perkawinan. Tahap awal yang harus dilalui yaitu tahap perkenalan antara kedua burung Murai Batu. Tujuan dari perkenalan ini yaitu agar lebih mudah dan cepat dalam melangkah ke tahap selanjutnya. Selain itu, tahap perkenalan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kondisi birahi dari kedua burung Murai Batu tersebut agar terbiasa dengan satu sama lain dan memudahkan dalam proses perkawinannya.

Tahap awal ini perlu dilakukan selain untuk meningkatkan birahi, namun juga untuk mengetahui apakah kedua burung Murai Batu tersebut sudah siap untuk dikawinkan atau belum. Jika kedua burung Murai Batu tersebut tidak berjodoh, maka akan terlihat tandanya yaitu kedua burung tersebut akan berkelahi. Nah, disini, Anda haruslah segera mengambil tindakan dengan memisahkan kedua burung Murai Batu tersebut agar si betina tidak celaka. Jika berjodoh, burung Murai Batu betina akan memberikan respon berupa menaik-turunkan badannya terhadap suara kicauan si jantan.

Tahap Perkawinan

Jika dirasa kedua burung Murai Batu Anda memberikan respon positif dan berjodoh, Anda bisa langsung masuk ke tahap selanjutnya, yaitu tahap perkawinan. Caranya, Anda bisa menyatukan kedua burung Murai Batu tersebut dalam satu sangkar yang besar tanpa adanya penyekat. Waktu yang diperlukan untuk kedua burung Murai Batu tersebut kawin tidaklah lama, namun Anda perlu menjaga agar lingkungan sekitar sangkar burung Murai Batu tersebut nyaman, tenang, dan tidak berisik agar burungnya tidak mengalami stres.

Proses ini akan berlangsung berkali-kali hingga si burung betina akan mulai mengeram. Si betinapun akan dengan sendirinya membuat jerami sangkar untuk menaruh telur-telurnya nanti. Proses membuat sangkar ini akan memakan waktu sekitar 2 hingga 3 hari.

Tahap Siap Bertelur

Tahapan akhir yaitu adalah burung Murai Batu betina siap untuk bertelur. Setelah selesai membuat sarang, burung Murai Batu betina akan bertelur dalam tempat yang telah disediakan. Biasanya, dalam sekali bertelur, burung Murai Batu betina akan mengeluarkan setidaknya 3 hingga 4 telur. Telur-telur tersebut akan keluar satu persatu setiap harinya.

Nah, proses pengeraman akan dilakukan bergantian oleh si betina dan si jantan. Namun, si burung Murai Batu betina yang akan mendominasi proses pengeraman telur-telurnya. Proses ini dapat berlangsung sekitar 2 minggu. Setelah telur-telurnya menetas, si betina dan si jantan akan bergantian menyuapi pakan. Inilah saat dimana Anda harus menyiapkan makanan lembut agar para burung Murai Batu tersebut dengan mudah menyuapi anak-anaknya.

Peluang Usaha

Akhir kata, Anda sebagai penghobi burung Murai Batu, ada banyak sekali manfaat yang bisa Anda dapatkan dengan membudidayakan atau beternak burung Murai Batu ini dengan cara menjodohkan Murai Batu dari trotol. Namun, perlu Anda garisbawahi bahwasanya budidaya ini tidaklah mudah. Bahkan, dapat dibilang cukup sulit. Anda membutuhkan usaha yang besar dan memiliki bekal ketelatenan, kesabaran, modal materi, pikiran, dan juga konsistensi.

www.murairimba.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *