Cara menaikan birahi murai batu di penangkaran dengan Cepat

Cara menaikan birahi murai batu di penangkaran dengan Cepat

Cara menaikan birahi murai batu di penangkaran – Meski susah-susah gampang, namun banyak orang yang ingin sukses berternak burung Murai Batu, apalagi jika bisa menghasilkan burung Murai Batu berekor panjang, yang harganya bisa sampai puluhan juta rupiah. Siapa yang tidak tergiur bukan. Namun perlu cara agar bisa sukses membudidayakannya. Berikut ini cara menaikkan birahi Murai batu di penangkaran dengan cepat.

Menaikkan Birahi Murai Batu

Cara membuat indukan burung Murai Batu supaya mau nikah itu memang agak sulit, karena belum tentu cocok dan mau kawin dengan indukan burung Murai batu yang ada, jadi bisa saja setelah dijadikan satu sangkar di kandang yang besar antara burung Murai batu indukan jantan dan indukan betina bisa saja justru malah saling berkelahi, bukannya kawin. Ini dikarenakan burung Murai Batu aslinya adalah sebagai burung petarung dan burung Murai Batu itu adalah jenis karnivora atau pemakan daging. Oleh karenanya sediakan indukan Murai Batu lebih dari satu, baik untuk indukan betina maupun indukan jantannya.

Penyediaan Kandang Burung Murai Batu

Sediakan lebih dari satu kandang, yakni kandang kecil untuk setiap masing-masing burung Murai Batu nya, lalu juga kandang sangkar besar khusus untuk penangkaran tempat indukan betina dan indukan jantan dikawinkan. Ukurannya juga jangan terlalu besar sehingga energi burung Murai Batu habis untuk terbang kesana kemari dan tak sempat untuk melakukan reproduksi, namun juga jangan terlalu sempit sehingga membatasi ruang gerak burung Murai Batu secara leluasa.

Lengkapi kandang burung dengan tempat makan dan minum, juga tempat bertenggernya dan sediakan juga wadah mandinya. Letakkan kandang burung Murai Batu tersebut di lokasi yang tenang dan tidak berisik atau dilalui oleh banyak orang yang berlalu lalang, karena berbagai gangguan tersebut akan bisa membuat burung Murai Batu jadi stres dan tidak mau kawin atau agresif dan berkelahi dengan indukan burung Murai Batu yang dipasangkan atau dijodohkan, dan yang lebih gawat lagi bisa saja burung Murai Batu tersebut jadi gagal bertelur atau justru memecah telur-telurnya dan lain sebagainya.

Baca Juga : https://murairimba.com/cara-beternak-burung-murai-batu-medan-yang-relatif-mudah/

Sebagai penyamar suara berisik seperti suara sepeda motor yang lewat dan suara orang yang lalu lalang, maka bisa dipasang air terjun buatan yang menimbulkan gemericik suara air, mengalir sehingga akan menimbulkan suasana alami dan lebih natural. Guna keperluan penangkarannya, maka satukan dua ekor atau lebih indukan betina burung Murai Batu dalam satu sangkar yang besar, dan lalu biarkan untuk saling beradaptasi hingga sekitar seminggu lalu masukkan indukan jantan berikut dengan kandang kecilnya ke dalam kandang besar tempat penangkaran tersebut, dan biarkan untuk saling beradaptasi dulu.

Perhatikan reaksinya, jika indukan betina tidak menyerangnya, dan menunjukkan reaksi yang positif dan saling suka, si indukan betina sering mengepakkan sayapnya dan berkicau di samping sangkar indukan jantannya, maka hal ini bisa menjadi tanda yang positif. Setelah beradaptasi selama sekitar 2 hari hingga 3 hari dan tak ada tanda-tanda negatif atau penolakan dari indukan betinanya, maka indukan burung Murai Batu jantan bisa mulai dilepas dari sangkar kecilnya lalu dijadikan satu pada kandang besar tempat indukan betinanya berada.

Pemilihan Indukan Burung Murai Batu

Kemudian guna penangkarannya maka pilihlah burung Murai Batu yang telah cukup umur sebagai indukan burung Murai Batu. Indukan burung Murai Batu jantan hendaknya telah berusia sekitar 2 tahun hingga 3 tahun, sehingga bisa bersikap lebih tenang ketika menghadapi indukan betinanya. Lalu untuk indukan burung Murai Batu betina maka bisa dipilih yang telah berusia 1 tahun lebih.

Pemberian Pakan yang Berkualitas

Berikan pakan dan minum yang berkualitas agar indukan burung Murai Batu bisa cepat birahi dan mau dikawinkan. Pakan alaminya adalah semut rangrang maka burung Murai Batu yang ditangkarkan bisa diberikan pakan berupa kroto, yakni telur semut rangrang yang adalah pakan favorit kesukaannya. Lalu beri air minum yang berasal dari air matang, guna menghindari munculnya parasit dan lain sebagainya yang kurang steril sehingga bisa mengganggu kesehatan burung Murai Batu.

Bisa juga ditambahkan dengan sedikit gel lidah buaya, namun dalam jumlah yang sedikit saja sehingga air minum tidak menjadi terlalu kental, gunanya adalah supaya bulu burung Murai Batu bisa menjadi lebih halus dan bersinar bisa tumbuh lebih bagus lagi. Lalu guna memancing birahinya berikan juga EF atau Ekstra Food sebagai pakan tambahannya, yang bisa berupa ulat Hongkong, atau ulat Jerman, atau jangkrik atau orong-orong dan lain sebagainya. EF tersebut bisa dipelihara dulu sekitar seminggu sebelumnya dengan diberi makanan berupa sayuran atau buah segar sebelum diberikan kepada indukan burung Murai Batu yang akan ditangkarkan.

Guna meningkatkan birahi indukan burung Murai Batu maka berikan pakan berupa kroto sebanyak sekitar satu sendok makan setiap harinya. Kemudian juga berikan pakan ekstra bisa berupa jangkrik, dengan porsi yang bertahap. Di hari pertama penyatuan indukan jantan yang masih berada di dalam kandang kecilnya masuk ke dalam kandang besar, berikan pakan berupa voer yang dicampur dengan kroto, dan EF berupa satu buah jangkrik sebagai pakan ekstra selingannya kepada masing-masing indukan burung Murai Batu.

Lalu jika di hari berikutnya antara indukan jantan dengan indukan betina sudah mulai akrab dan menunjukkan kecocokan maka pakan ekstra berupa jangkrik bisa mulai ditingkatkan jumlahnya, yakni mulai dari 20 ekor jangkrik per hari untuk masing-masing indukan burung Murai Batu di wadah pakan masing-masing. Lalu di hari berikutnya jumlah pakan ekstra tambahan jangkrik untuk indukan jantan bisa dikurangi jadi 10 ekor jangkrik sedangkan pada indukan jantan tetap jumlahnya.

Kemudian perhatikan apakah indukan betina berusaha mendekati sangkar indukan jantan dan berusaha meminta untuk diloloh pakan ekstra jangkrik atau tidak. Jika iya maka sudah bisa disatukan dengan melepas indukan jantan burung Murai Batu ke dalam sangkar besar penangkaran, dan kemudian pemberian pakan ekstranya berupa jangkrik tersebut sudah bisa ditingkatkan lagi jumlahnya, sebanyak masing-masing indukan burung Murai Batu tersebut mau memakannya. Pemberian pakan ekstra tambahan berupa jangkrik tersebut akan sangat cepat memicu timbulnya birahi pada indukan burung Murai Batu.

Bersihkan Kandang Secara Rutin

Jaga kebersihan kandang secara rutin tiap hari, supaya burung Murai Batu tidak menjadi stress lalu tidak mau kawin. Jangan biarkan makan dan minuman sisa tetap di kandang lebih dari sehari. Buang makanan dan minuman sisa tiap hari lalu ganti dengan yang baru. Bersihkan juga kotoran burung Murai Batu dari sangkar penangkaran setiap harinya. Jaga betul supaya indukan burung Murai Batu bisa nyaman dan tidak stres, selain juga dengan dicukupi kebutuhan nutrisinya sehingga proses kawinnya bisa berjalan dengan sukses dan indukan burung Murai Batu betina bisa mulai bertelur.

Selain itu menjemur indukan burung Murai Batu di sinar matahari pagi juga akan bisa meningkatkan birahinya.

www.murairimba.com

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *