Cara Menjodohkan Murai Batu Yang Jitu Dan Meraup Untung

Cara Menjodohkan Murai Batu Yang Jitu Dan Meraup Untung

Cara Menjodohkan Murai Batu – Burung murai batu merupakan salah satu jenis burung yang apabila dirawat dengan serius akan membawa keuntungan yang tidak sedikit. Namun, dalam membudidayakan Burung Murai Batu ini gampang-gampang susah. Termasuk dengan menjodohkan burung ini agar berkembang biak. Tapi kalian tak usah khawatir, berikut ini Cara Menjodohkan Murai Batu yang Jitu.

Cara menjodohkan burung murai batu 1-min

Teknik Tempel Sangkar

Teknik tempel sangkar ini merupakan salah satu cara yang sering digunakan untuk menjodohkan burung murai batu. Karena caranya yang sederhana dan mudah. Akan tetapi kekurangan dari teknik ini ialah banyak para pemula yang gagal dalam mempraktikkannya. Kegagalan ini diakibatkan oleh rasa ketidaksabaran. Dimana kesalahannya ialah para pemula ini terburu-terburunya memasukkan pejantan ke dalam sangkar betina sehingga yang ada kedua burung tersebut bertengkar.

Lalu bagaimana cara menjodohkan murai batu dengan teknik sampel sangkar yang benar?. Caranya yang pertama yakni pilih jantan dan betina yang berumur di atas satu tahun dan menunjukkan gejala birahi yakni burungnya sering berkicau. Kedua, dekatkan kedua sangkar mereka posisikan secara sejajar. Perhatikan kedua burung tersebut, apakah keduanya tidur berdekatan. Jika sudah lalu masukan betina dan jantannya ke dalam satu sangkar. Lalu lihat proses nya selama satu hingga dua minggu.

Teknik Kandang Sekat

Teknik kandang sekat ini prinsipnya hampir mirip dengan sistem tempel sangkar. Perbedaannya ialah di kandang yang digunakan. Cara ini lebih mudah dan cukup hanya dengan satu kandang saja. Dimana kalian hanya tinggal menambahkan sekat pemisah antara jantan dan betina. Dimana burung murai batu ini diharapkan bisa mengenal dan berjodoh. Tandanya berjodoh ialah mereka tak berkelahi dan terlihat rukun. Apabila tak berjodoh cirinya ialah mereka akan saling menghindari bahkan bisa menyebabkan perkelahian yang ujungnya akan membuat mereka saling melukai.

Akan tetapi, kelemahan dari teknik kandang sekat ialah apabila pejantan sedang over birahi, burung pejantan akan menabrak-nabrak sekatnya, sehingga akan membuat burung betina stres dan ketakutan karena merasa dirinya terancam. Nah rasa stress dan ketakutan ini dapat menyebabkan burung murai betina tidak nafsu makan. Dan, proses perjodohan menjadi terhambat.

Sehingga untuk meminimalisir kejadian seperti itu, kalian harus mengetahui dulu bagaimana kebiasaan birahi dari burung murai jantannya. Apakah burung jantan yang kalian pilih itu sangat agresif, jika iya dianjurkan jangan menjodohkan burung tersebut dengan teknik ini. Apabila cenderung normal maka sangatlah pas jika menggunakan cara ini.

Cara menjodohkan burung dengan teknik kandang sekat ini antara lain pertama pilihlah kandang yang berukuran besar, lalu tambahkan sekat berupa jeruji ke dalam kandang. Setelah itu, masukan sepasang burung murai batu yang sudah menunjukkan gejala birahi. Observasi atau amatik selama kurang lebih dua minggu.

Teknik Sistem Karamba

Cara menjodohkan murai batu dengan teknik sistem keramba ini sangatlah unik. Dimana pada dasarnya teknik ini menggunakan prinsip menyeimbangkan tingkat birahi antara burung murai batu jantan dan betina tujuannya untuk meminimalisir adanya perkelahian dan menciptakan kondisi ataupun suasana yang kondusif dan nyaman. Dalam menggunakan teknik sistem karamba ini kalian harus mengenalkan terlebih dahulu sepasang burung murai batunya. Jangan sampai langsung saja dijodohkan dengan teknik ini karena hal tersebut dapat memunculkan perkelahian.

Lalu bagaimana cara menjodohkan dengan teknik sistem karamba ini?. Caranya yakni pertama kalian harus menyiapkan kandang dalam ukuran sedang. Dimana kandang ini haruslah berjeruji kayu ataupun bisa juga aluminium. Kedua, sediakan ke dalam kandang bak mandi yang berisi air bersih dalam jumlah yang cukup. Ketiga mulailah menempatkan sangkar burung murai batu jantan dan betina. Lalu lihat kurang lebih selam 12 jam. Apakah mereka berjodoh atau tidak. Jika iya, setelah 12 jam mengobservasi masukan sepasang burung murai batu tersebut ke dalam sangkar keramba. Lalu dilihat kembali apakah ada perkelahian atau tidak. Jika iya segera pisahkan.

Bagaimana menurut kalian?. Cara ini memang terbilang rumit dan perlu observasi yang baik akan tetapi teknik sistem karamba ini cukup banyak digunakan oleh para peternak burung khususnya burung murai batu. Karena walaupun terbilang lebih ribet akan tetapi hasil yang didapat sangatlah baik.

Teknik Burung Murai Batu Betina Di Kandang Penangkaran

Teknik yang satu ini memiliki kelebihan dalam meminimalisir adanya perkelahian anat burung murai batu serta tekni ini akan memaksakan sepasang burung tersebut untuk saling mengenal. Pada prinsipnya teknik ini membuat burung murai batu betina dibiarkan bebas di kandang penangkaran. Semantara itu, burung murai batu jantan dibiarkan untuk melihat dan mengamati gerak-gerik betinanya, dimana dari hal inilah diharapkan pejantan tersebut birahi.

Tanda birahinya bisa kalian lihat dimana pejantan berkicau dengan merdu sedangkan betinanya mulai mengepak-ngepakkan sayapnya serta sudah mulai mengambul serabut-serabut untuk membuat sangkar. Setelah itu, biarkan satu hingga dua hari agar burung mencapai puncak birahinya.

Cara lebih rincinya adalah pertama kalian persiapkan kandang penangkaran yang besar. Kedua masukkan burung jantan ke dalam sangkar di dalam kandang penangkaran. Ketiga, masukan burung betina biarkan ia berkeliaran di dalam kandang penangkaran. Ketiga, observasi dan amati pejantan dan betinanya apakah menunjukkan tanda birahi atau tidak. Apabila iya, tunggu hingga satu hingga dua hari setelah itu lepaskan burung jantan dari dalam sangkarnya. Cara ini sangatlah cocok untuk pejantan yang memiliki over birahi.

Baca Juga : https://murairimba.com/cara-menjodohkan-murai-batu-dari-trotol/

Teknik Burung Murai Batu Jantan Di Kandang Penangkaran

Teknik ini pada prinsipnya sama persis dengan teknik yang ke empat. Bedanya di sini memasukkan burung batu betina ke dalam sangkar sedangkan burung murai batu pejantan dibiarkan bebas di dalam kandang penangkaran. Teknik ini memiliki kelebihan agar burung pejantan yang kurang birahi dimana biasanya ini terjadi pada burung murai batu yang belum pernah dijodohkan, akan bisa birahi dengan cara dia lebih mendominasi wilayah. Dimana setelah mengobservasi wilayahnya, burung jantan ini akan mulai berkicau dan sedikit demi sedikit mendekati betina yang ada di dalam sangkar. apabila berjodoh burung betina akan menerima pejantan sehingga tidak terjadi perkelahian.

Teknik rincinya yakni kalian siapkan kanang penangkaran dan sangkarnya. Kedua, masukkan burung murai batu betina ke dalam sangkar, serta masukan burung murai batu jantan ke dalam kandang penangkaran. Ketiga biarkan jantan mengobservasi wilayah kandang penangkarannya. Lalu lihat apakah pejantan berkicau dan pada malam hari tidurnya dekat dengan sangkar betina. Apabila seperti itu, tandanya jantan birahi dan mereka berjodoh.

Semoga setelah kalian membaca artikel ini, terjawab sudah pertanyaan mengenai bagaimana Cara Menjodohkan Murai Batu yang jitu dan benar. Cara-cara ini akan berhasil dengan baik apabila sudah sesuai dan kalian teliti dalam memperhatikan tanda-tanda birahi pada burung murai batu. Akhir kata semoga sukses untuk kita semua.

www.murairimba.com

Cara Menjodohkan Murai Batu dari Trotol

Cara Menjodohkan Murai Batu dari Trotol

Cara Menjodohkan Murai Batu dari Trotol  – Apakah Anda sedang mencari cara menjodohkan Murai Batu dari trotol? Jika benar, maka Anda telah datang ke tempat yang tepat. Beruntung bagi Anda karena kali ini kami akan menjelaskan bagaimana cara menjodohkan burung Murai Batu Anda hingga berhasil dan bertelur. Terus simak artikel ini sehingga Anda tahu bagaimana kiat-kiat agar burung Murai Batu Anda cepat berjodoh.

Cara menjodohkan burung murai trotol-min (1)

Lakukan Persiapan

Sebelum proses penjodohan burung Murai Batu Anda dimulai, Anda harus melakukan beberapa persiapan terlebih dahulu. Apa saja persiapan yang harus Anda lakukan? Persiapan yang harus Anda lakukan antara lain yaitu adalah mengidentifikasi jenis kelamin dari burung Murai Batu tersebut, lalu menyiapkan jenis indukan dengan kualitas yang baik serta layak untuk dijodohkan, menyiapkan kandang yang dikhususkan untuk perjodohan burung Murai, memberikan pakan dengan kualitas serta mutu yang baik, dan menyeleksi indukan yang sudah birahi penuh dan siap untuk dijodohkan.

Lalu, bagaimana cara menjodohkan dua burung Murai Batu agar cepat berhasil? Yuk, simak cara-caranya di bawah ini.

Identifikasi Burung Murai Batu Jantan

Hal pertama yang perlu Anda lakukan yaitu adalah mengidentifikasi burung Murai Batu jantan. Bagaimana caranya? Sebagai informasi, burung Murai Batu jantan memiliki bulu ekor yang cukup panjang, lebih kuat, dan juga lebih besar. Bentuk mata burung Murai Batu jantan pun bulat dan memiliki sorot mata yang tajam serta terfokus. Sedangkan untuk bagian tubuhnya, burung Murai Batu jantan berukuran lebih besar dan memiliki warna bulu hitam pekat yang mengkilat. Bulu-bulu burung Murai Batu jantan pun biasanya terasa tidak begitu kasar.

Tidak hanya itu, namun sisik kasar milik burung Murai Batu jantan ini bisa dibilang agak kasar. Juga, di bagian dubur dari burung jantan ini, terdapat bagian yang menonjol dan runcing atau tegak lurus. Biasanya, bagian ini disebut dengan “vent”. Jika Anda meraba di bagian dubur dari burung Murai Batu jantan ini, Anda akan dapat merasakan bagian duburnya menonjol keluar mirip dengan bumbung. Salah satu karakter lainnya dari burung Murai Batu jantan ini adalah, burung jantan ini lebih sering berkicau daripada burung betina dan volume kicaunya jauh lebih lantang dibandingkan si betina.

Karakter terakhir yang perlu Anda perhatikan dari burung Murai Batu jantan ini adalah, ketika masih muda, akan terdapat bintik-bintik besar berwarna coklat yang mana biasa disebut dengan trotolan dan biasanya muncul di bagian dada burung Murai Batu jantan tersebut.

Identifikasi Burung Murai Batu Betina

Sedangkan untuk mengidentifikasi burung Murai Batu betina, cukup mudah untuk dilakukan. Burung Murai Batu betina pada umumnya memiliki karakteristik atau ciri-ciri yang berlawanan dengan burung Murai Batu jantan. Perbedaan yang cukup terlihat adalah ketika burung Murai Batu betina masih muda, maka pada bagian dadanya akan tumbuh bulu muda yang berwarna putih dengan sedikit coklat dan garis warnanya memanjang ke bawah.

Sangat penting bagi Anda untuk menjodohkan burung Murai Batu jantan dengan burung Murai Batu betina yang sudah cukup umur atau minimal harus diatas umur 10 bulan atau kurang lebih 1 tahun. Sedangkan untuk burung Murai Batu jantan, setidaknya harus berusia 1 tahun keatas dengan idealnya 1,5 tahun. Juga, kedua burung Murai Batu tersebut haruslah bebas dari cacat fisik, tidak sedang mengalami pergantian bulu, dan juga sudah birahi penuh.

Baca Juga : https://murairimba.com/cara-menangkar-burung-murai-batu-bagi-para-pemula/

Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Pembauran

Sebelum Anda menjodohkan Murai Batu dari trotol, Anda harus melakukan beberapa hal terlebih dahulu. Seperti yang telah kami jelaskan sebelumnya, Anda harus menyiapkan sangkar khusus untuk penjodohan kedua burung Murai Batu tersebut. Anda dapat memilih sangkar ganda atau sangkar dengan penyekat. Atau, Anda juga dapat mengatur sangkar kedua burung tersebut agar saling berdampingan. Tidak lupa, Anda harus memberi pakan dengan gizi yang baik agar menambah performa fisik serta mental dari kedua burung tersebut.

Tahapan Awal Penjodohan

Layaknya manusia, dalam menjodohkan burung Murai Batu ini juga diperlukan tahap-tahap awal sebelum memasuki proses perkawinan. Tahap awal yang harus dilalui yaitu tahap perkenalan antara kedua burung Murai Batu. Tujuan dari perkenalan ini yaitu agar lebih mudah dan cepat dalam melangkah ke tahap selanjutnya. Selain itu, tahap perkenalan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kondisi birahi dari kedua burung Murai Batu tersebut agar terbiasa dengan satu sama lain dan memudahkan dalam proses perkawinannya.

Tahap awal ini perlu dilakukan selain untuk meningkatkan birahi, namun juga untuk mengetahui apakah kedua burung Murai Batu tersebut sudah siap untuk dikawinkan atau belum. Jika kedua burung Murai Batu tersebut tidak berjodoh, maka akan terlihat tandanya yaitu kedua burung tersebut akan berkelahi. Nah, disini, Anda haruslah segera mengambil tindakan dengan memisahkan kedua burung Murai Batu tersebut agar si betina tidak celaka. Jika berjodoh, burung Murai Batu betina akan memberikan respon berupa menaik-turunkan badannya terhadap suara kicauan si jantan.

Tahap Perkawinan

Jika dirasa kedua burung Murai Batu Anda memberikan respon positif dan berjodoh, Anda bisa langsung masuk ke tahap selanjutnya, yaitu tahap perkawinan. Caranya, Anda bisa menyatukan kedua burung Murai Batu tersebut dalam satu sangkar yang besar tanpa adanya penyekat. Waktu yang diperlukan untuk kedua burung Murai Batu tersebut kawin tidaklah lama, namun Anda perlu menjaga agar lingkungan sekitar sangkar burung Murai Batu tersebut nyaman, tenang, dan tidak berisik agar burungnya tidak mengalami stres.

Proses ini akan berlangsung berkali-kali hingga si burung betina akan mulai mengeram. Si betinapun akan dengan sendirinya membuat jerami sangkar untuk menaruh telur-telurnya nanti. Proses membuat sangkar ini akan memakan waktu sekitar 2 hingga 3 hari.

Tahap Siap Bertelur

Tahapan akhir yaitu adalah burung Murai Batu betina siap untuk bertelur. Setelah selesai membuat sarang, burung Murai Batu betina akan bertelur dalam tempat yang telah disediakan. Biasanya, dalam sekali bertelur, burung Murai Batu betina akan mengeluarkan setidaknya 3 hingga 4 telur. Telur-telur tersebut akan keluar satu persatu setiap harinya.

Nah, proses pengeraman akan dilakukan bergantian oleh si betina dan si jantan. Namun, si burung Murai Batu betina yang akan mendominasi proses pengeraman telur-telurnya. Proses ini dapat berlangsung sekitar 2 minggu. Setelah telur-telurnya menetas, si betina dan si jantan akan bergantian menyuapi pakan. Inilah saat dimana Anda harus menyiapkan makanan lembut agar para burung Murai Batu tersebut dengan mudah menyuapi anak-anaknya.

Peluang Usaha

Akhir kata, Anda sebagai penghobi burung Murai Batu, ada banyak sekali manfaat yang bisa Anda dapatkan dengan membudidayakan atau beternak burung Murai Batu ini dengan cara menjodohkan Murai Batu dari trotol. Namun, perlu Anda garisbawahi bahwasanya budidaya ini tidaklah mudah. Bahkan, dapat dibilang cukup sulit. Anda membutuhkan usaha yang besar dan memiliki bekal ketelatenan, kesabaran, modal materi, pikiran, dan juga konsistensi.

www.murairimba.com

Cara Menangkar Burung Murai Batu bagi Para Pemula

Cara Menangkar Burung Murai Batu bagi Para Pemula

Cara Menangkar Burung Murai Batu bagi Para Pemula – Burung Murai Batu adalah salah satu jenis burung kicau yang banyak digemari oleh banyak pencinta burung. Bagi para Kicau Mania pastinya akan memilih menangkar burung Murai ini karena memiliki kicauan yang bagus serta memiliki harga yang fantastis apabila dijual lagi sehingga menangkar burung murai memang menjadi bisnis yang sangat menjanjikan.

Penangkaran buurng murai batu-min

Pada dasarnya Burung Murai Batu ini dibagi dalam 2 jenis yaitu Murai Batu Sumatera dan Murai Batu Kalimantan. Mereka sama-sama memiliki suara kicauan yang sangat bagus sehingga banyak diperlombakan. Banyak perlombaan kicau Burung Murai yang diminati oleh banyak penggemar burung untuk sekedar hobi dan juga untuk menaikkan harga jual Murai.

Dengan menang dalam kontes kicauan, maka harga burung Murai akan otomatis menjadi lebih mahal yang mana juga bisa menjadi investasi Anda di masa depan. Bukan itu saja, ternyata investasi dengan burung juga bisa dilakukan dengan cara menangkar burung Murai Batu yang berasal dari indukan yang akan menghasilkan anakan burung Murai.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk menangkar Burung Murai apalagi bagi Anda yang masih pemula dan ingin menangkar Burung Murai entah untuk hobi saja atau pun untuk keperluan bisnis yang sangan menjanjikan ini. Lalu apa saja hal-hal yang perlu diperhatikan saat ingin menangkar Burung Murai Batu untuk pemula ?

Pemilihan Lokasi Kandang yang Akan digunakan

Sebelum Anda menentukan lokasi kandang yang akan Anda gunakan maka tentukanlah terlebih dahulu tempat yang pas untuk burung Murai. Pastikan lokasi ini tidak dekat dengan hewan-hewan buas atau hewan yang ingin memangsa Burung Murai seperti ular, tikus, biawak, kucing, dan lain sebagainya.

Tentukan lokasi yang tinggi sehingga tidak mudah dijangkau oleh hewan-hewan liar. Pastikan tempat yang digunakan juga terlindungi dari hujan, panas, dan cuaca-cuaca ekstrem yang terjadi agar Murai nyaman.

Baca Juga : https://murairimba.com/cara-menaikan-birahi-murai-batu-di-penangkaran-dengan-cepat/

Pembuatan Kandang yang Pas

Anda juga harus membuat kandang yang sesuai dengan syarat membuat kandang Murai. Hal ini dikarenakan akan berdampak pada kesehatan serta produktivitas Murai Batu. Apabila kandang terlalu kecil maka akan berakibat Murai tidak bisa bergerak bebas.

Jika terlalu besar Murai akan terlalu banyak terbang sehingga energi akan banyak yang hilang. Untuk ukuran kandang yang kecil bisa dibuat sebesar 60x60x60 cm, untuk kandang ukuran sedang sekitar 100x200x200 cm, dan kandang besar sekitar 200x200x300 cm.

Perlengkapan Kandang

Setlah menyiapkan kandang selanjutnya kita harus mempersiapkan berbagai kelengkapan Kandang yaitu Tempat sarang yang bisa digunakan untuk bertelur indukan Murai. Selain itu, Anda juga harus mempersiapkan tempat Tenggeran yang tentunya berguna untuk bertengger burung Murai.

Anda juga harus mempersiapkan Tempat makan dan tempat minum yang bisa Anda letakkan di tempat yang mudah dijangkau oleh burung Murai. Selanjutnya, Lampu juga harus diperhatikan karena berfungsi sebagai penerangan agar burung tidak takut.

Pencucian atau Pembersihan Kandang

Anda harus rajin-rajin membersihkan kandang baik dengan dicuci atau hanya dibersihkan kotorannya saja. Anda harus ekstra membersihkannya karena jika tidak akan membuat kandang kotor dan menjadi sarang penyakit bagi Burung Murai yang akan Anda rawat.

Bersihkanlah tidak hanya kotorannya saja akan tetapi juga semua elemen yang ada. Anda harus membersihkan kandang, tenggeran, wadah makanan dan wadah minum agar tidak menjadi sarang mikroorganisme yang akan mengganggu kesehatan burung Murai.

Pemberian Pakan

Untuk menghasilkan suara yang merdu tentunya Anda juga harus memberikan makanan yang bergizi dan harus diberikan vitamin secara teratur agar tetap sehat. Makanan Murai bisa alami, buatan, atau percampuran antara keduanya. Untuk makanan alami biasanya Murai menyukai berbagai jenis serangga karena pada dasarnya Murai adalah hewan karnivora.

Namun, makanan yang paling disukai Murai adalah Kroto yang juga memiliki gizi yang tinggi untuk kesehatan Murai. Anda juga bisa memberikannya makanan khusus Murai yang tentunya sudah memiliki takaran yang pas untuk gizi si Burung Murai ini.

Pemandian Burung

Seperti manusia, burung juga membutuhkan mandi untuk menjaga kesegaran tubuh serta berguna untuk membersihkan badan agar kotoran-kotoran dan bakteri bisa mati dan kesehatan burung menjadi akan sangat baik.

Anda bisa memandikan burung dengan cara memberikan wadah mandi sekitar 17x10x6 cm yaitu ukuran yang ideal untuk Murai. Lalu, Anda juga bisa memandikan burung Murai dengan cara disemprot dengan air mengalir. Akan tetapi harus hati-hati karena akan merusak bulunya.

Penjemuran Murai Batu

Sinar Matahari pagi memang sangat baik untuk kesehatan manusia, tapi ternyata sinar matahari pagi juga sangat bagus untuk kesehatan burung Murai. Sinar matahari yang belum terlalu menyengat bisa membunuh mikroorganisme yang ada pada burung maupun yang terdapat pada kandang sehingga lebih bersih dan sehat. Sinar matahari pagi juga akan memberikan kehangatan pada burung setelah melewati dinginnya malam sehingga Murai lebih nyaman.

Pemilihan Induk Murai

Untuk memilih indukan, Anda tidak perlu mencari yang menang kontes berkali-kali karena akan dibudidayakan. Anda bisa memilih indukan jantan yang sehat yaitu memiliki gerakan yang lincah, mau makan dan minum dengan lahap, memiliki bulu yang cemerlang khas Murai dan tidak kusam.

Untuk memilih indukan betina maka Anda hanya perlu memilihnya yang sudah berusia 1 tahun. Pilih yang tidak memiliki cacat dan juga sehat seperti yang disampaikan di atas tadi. Untuk memilih bibit indukan yang baik pilih yang sudah jinak agar sampai rumah tidak stres dengan kehadiran Anda sebagai pemilik baru.

Cara Perkembangbiakan secara Poligami

Anda bisa membudidayakan burung murai dengan cara poligami yaitu 1 jantan bisa Anda isi sampai 7 betina dalam satu kandang, namun ada syarat-syarat tertentu yang haru diperhatikan agar perkawinannya bisa berhasil dan bisa menghasilkan anakan yang sehat dan bernilai jual tinggi, Caranya yaitu :

Anda masukan terlebih dahulu burung Murai betina yang umurnya sekitar 1 tahun ke kandang perkawinan 2 ekor sekaligus dan biarkan mereka beradaptasi dengan tempat baru sekitar 2 minggu.
Perhatikan birahi burung betina, yaitu dengan bersiul dan mendekati kandang Murai jantan dan itulah saatnya yang tepat memasukkan burung Jantan ke dalam kandang.
Perawatan Anakan

Setelah Anda berhasil mengawinkan dua indukan burung Murai maka pastinya si indukan tersebut akan bertelur di dalam sarang yang telah Anda buat. Tunggu menetas dan dierami oleh induknya, setelah usia 7 sampai 14 hari, Anda bisa memberinya makan dengan menggunakan voer dan kroto yang diencerkan dan bisa diberikan setiap 1 jam sekali.

Setelah 2 minggu berlalu biasanya burung Murai anakan ini sudah bisa makan kroto sendiri tanpa bantuan dari manusia. Tetap jaga makanannya agar tetap bergizi tinggi, kebersihan kandang, dan juga kebersihan burung agar anakan selalu sehat dan akan bernilai jual tinggi.

www.murairimba.com

Cara menaikan birahi murai batu di penangkaran dengan Cepat

Cara menaikan birahi murai batu di penangkaran dengan Cepat

Cara menaikan birahi murai batu di penangkaran – Meski susah-susah gampang, namun banyak orang yang ingin sukses berternak burung Murai Batu, apalagi jika bisa menghasilkan burung Murai Batu berekor panjang, yang harganya bisa sampai puluhan juta rupiah. Siapa yang tidak tergiur bukan. Namun perlu cara agar bisa sukses membudidayakannya. Berikut ini cara menaikkan birahi Murai batu di penangkaran dengan cepat.

Menaikkan Birahi Murai Batu

Cara membuat indukan burung Murai Batu supaya mau nikah itu memang agak sulit, karena belum tentu cocok dan mau kawin dengan indukan burung Murai batu yang ada, jadi bisa saja setelah dijadikan satu sangkar di kandang yang besar antara burung Murai batu indukan jantan dan indukan betina bisa saja justru malah saling berkelahi, bukannya kawin. Ini dikarenakan burung Murai Batu aslinya adalah sebagai burung petarung dan burung Murai Batu itu adalah jenis karnivora atau pemakan daging. Oleh karenanya sediakan indukan Murai Batu lebih dari satu, baik untuk indukan betina maupun indukan jantannya.

Penyediaan Kandang Burung Murai Batu

Sediakan lebih dari satu kandang, yakni kandang kecil untuk setiap masing-masing burung Murai Batu nya, lalu juga kandang sangkar besar khusus untuk penangkaran tempat indukan betina dan indukan jantan dikawinkan. Ukurannya juga jangan terlalu besar sehingga energi burung Murai Batu habis untuk terbang kesana kemari dan tak sempat untuk melakukan reproduksi, namun juga jangan terlalu sempit sehingga membatasi ruang gerak burung Murai Batu secara leluasa.

Lengkapi kandang burung dengan tempat makan dan minum, juga tempat bertenggernya dan sediakan juga wadah mandinya. Letakkan kandang burung Murai Batu tersebut di lokasi yang tenang dan tidak berisik atau dilalui oleh banyak orang yang berlalu lalang, karena berbagai gangguan tersebut akan bisa membuat burung Murai Batu jadi stres dan tidak mau kawin atau agresif dan berkelahi dengan indukan burung Murai Batu yang dipasangkan atau dijodohkan, dan yang lebih gawat lagi bisa saja burung Murai Batu tersebut jadi gagal bertelur atau justru memecah telur-telurnya dan lain sebagainya.

Baca Juga : https://murairimba.com/cara-beternak-burung-murai-batu-medan-yang-relatif-mudah/

Sebagai penyamar suara berisik seperti suara sepeda motor yang lewat dan suara orang yang lalu lalang, maka bisa dipasang air terjun buatan yang menimbulkan gemericik suara air, mengalir sehingga akan menimbulkan suasana alami dan lebih natural. Guna keperluan penangkarannya, maka satukan dua ekor atau lebih indukan betina burung Murai Batu dalam satu sangkar yang besar, dan lalu biarkan untuk saling beradaptasi hingga sekitar seminggu lalu masukkan indukan jantan berikut dengan kandang kecilnya ke dalam kandang besar tempat penangkaran tersebut, dan biarkan untuk saling beradaptasi dulu.

Perhatikan reaksinya, jika indukan betina tidak menyerangnya, dan menunjukkan reaksi yang positif dan saling suka, si indukan betina sering mengepakkan sayapnya dan berkicau di samping sangkar indukan jantannya, maka hal ini bisa menjadi tanda yang positif. Setelah beradaptasi selama sekitar 2 hari hingga 3 hari dan tak ada tanda-tanda negatif atau penolakan dari indukan betinanya, maka indukan burung Murai Batu jantan bisa mulai dilepas dari sangkar kecilnya lalu dijadikan satu pada kandang besar tempat indukan betinanya berada.

Pemilihan Indukan Burung Murai Batu

Kemudian guna penangkarannya maka pilihlah burung Murai Batu yang telah cukup umur sebagai indukan burung Murai Batu. Indukan burung Murai Batu jantan hendaknya telah berusia sekitar 2 tahun hingga 3 tahun, sehingga bisa bersikap lebih tenang ketika menghadapi indukan betinanya. Lalu untuk indukan burung Murai Batu betina maka bisa dipilih yang telah berusia 1 tahun lebih.

Pemberian Pakan yang Berkualitas

Berikan pakan dan minum yang berkualitas agar indukan burung Murai Batu bisa cepat birahi dan mau dikawinkan. Pakan alaminya adalah semut rangrang maka burung Murai Batu yang ditangkarkan bisa diberikan pakan berupa kroto, yakni telur semut rangrang yang adalah pakan favorit kesukaannya. Lalu beri air minum yang berasal dari air matang, guna menghindari munculnya parasit dan lain sebagainya yang kurang steril sehingga bisa mengganggu kesehatan burung Murai Batu.

Bisa juga ditambahkan dengan sedikit gel lidah buaya, namun dalam jumlah yang sedikit saja sehingga air minum tidak menjadi terlalu kental, gunanya adalah supaya bulu burung Murai Batu bisa menjadi lebih halus dan bersinar bisa tumbuh lebih bagus lagi. Lalu guna memancing birahinya berikan juga EF atau Ekstra Food sebagai pakan tambahannya, yang bisa berupa ulat Hongkong, atau ulat Jerman, atau jangkrik atau orong-orong dan lain sebagainya. EF tersebut bisa dipelihara dulu sekitar seminggu sebelumnya dengan diberi makanan berupa sayuran atau buah segar sebelum diberikan kepada indukan burung Murai Batu yang akan ditangkarkan.

Guna meningkatkan birahi indukan burung Murai Batu maka berikan pakan berupa kroto sebanyak sekitar satu sendok makan setiap harinya. Kemudian juga berikan pakan ekstra bisa berupa jangkrik, dengan porsi yang bertahap. Di hari pertama penyatuan indukan jantan yang masih berada di dalam kandang kecilnya masuk ke dalam kandang besar, berikan pakan berupa voer yang dicampur dengan kroto, dan EF berupa satu buah jangkrik sebagai pakan ekstra selingannya kepada masing-masing indukan burung Murai Batu.

Lalu jika di hari berikutnya antara indukan jantan dengan indukan betina sudah mulai akrab dan menunjukkan kecocokan maka pakan ekstra berupa jangkrik bisa mulai ditingkatkan jumlahnya, yakni mulai dari 20 ekor jangkrik per hari untuk masing-masing indukan burung Murai Batu di wadah pakan masing-masing. Lalu di hari berikutnya jumlah pakan ekstra tambahan jangkrik untuk indukan jantan bisa dikurangi jadi 10 ekor jangkrik sedangkan pada indukan jantan tetap jumlahnya.

Kemudian perhatikan apakah indukan betina berusaha mendekati sangkar indukan jantan dan berusaha meminta untuk diloloh pakan ekstra jangkrik atau tidak. Jika iya maka sudah bisa disatukan dengan melepas indukan jantan burung Murai Batu ke dalam sangkar besar penangkaran, dan kemudian pemberian pakan ekstranya berupa jangkrik tersebut sudah bisa ditingkatkan lagi jumlahnya, sebanyak masing-masing indukan burung Murai Batu tersebut mau memakannya. Pemberian pakan ekstra tambahan berupa jangkrik tersebut akan sangat cepat memicu timbulnya birahi pada indukan burung Murai Batu.

Bersihkan Kandang Secara Rutin

Jaga kebersihan kandang secara rutin tiap hari, supaya burung Murai Batu tidak menjadi stress lalu tidak mau kawin. Jangan biarkan makan dan minuman sisa tetap di kandang lebih dari sehari. Buang makanan dan minuman sisa tiap hari lalu ganti dengan yang baru. Bersihkan juga kotoran burung Murai Batu dari sangkar penangkaran setiap harinya. Jaga betul supaya indukan burung Murai Batu bisa nyaman dan tidak stres, selain juga dengan dicukupi kebutuhan nutrisinya sehingga proses kawinnya bisa berjalan dengan sukses dan indukan burung Murai Batu betina bisa mulai bertelur.

Selain itu menjemur indukan burung Murai Batu di sinar matahari pagi juga akan bisa meningkatkan birahinya.

www.murairimba.com

 

Cara Beternak Burung Murai Batu Medan Yang Relatif Mudah

Cara Beternak Burung Murai Batu Medan Yang Relatif Mudah

Cara Beternak Burung Murai Batu Medan – Burung kicau seringkali memiliki daya tarik dikalangan masyarakat umum. Seperti burung murai batu medan yang notabene memiliki beberapa keunggulan tersendiri sehingga banyak sekali masyarakat umum yang memilih untuk beternak murai tersebut. Agar kalian lebih jelas lagi tentang cara beternak murai batu medan tersebut, maka artikel ini akan sedikit mengulasnya.

Ternak Murai Batu

Burung murai batu medan

Burung murai batu medan merupakan sebuah burung hias yang untuk saat ini memiliki banyak sekali penggemar. Masyarakat umum menggemarinya dikarenakan burung tersebut memiliki sebuah suara yang bisa dibilang indah nan cantik. Selain itu burung murai batu medan ini memiliki beberapa ciri yang membuatnya berbeda dengan burung murai lainnya.

Ciri-ciri burung murai batu medan

Keunikan yang dimiliki oleh burung murai batu medan menjadikannya sebuah burung yang selalu diminati oleh masyarakat yang digunakan untuk beternak maupun sebagai hiasan. Sebelum anda mengetahui cara beternak murai batu medan tersebut, akan lebih baik jika anda mengetahui beberapa ciri-ciri dari burung murai tersebut. Biasanya yang membuat ciri-ciri yang dimiliki oleh burung murai tersebut sangat dipengaruhi oleh lingkungan habitatnya dan tentunya juga dipengaruhi oleh letak geografisnya.

Ciri-ciri dari burung murai batu medan seperti ciri-ciri pertama yang dimiliki oleh burung murai batu medan adalah bentuk ekornya. Bentuk dari ekor burung murai tersebut memiliki sebuah perpaduan warna putih dan memiliki sebuah strip hitam. Untuk jumlah ekor yang dimilikinya berjumlah empat pasang. Panjang dari ekor tersebut adalah berkisar dari 20 cm hingga 25 cm, selain itu bentuk dari ekornyapun lebih melengkung.

Hal ini memanglah ciri paling mudah untuk membedakan murai batu medan dengan burung murai tipe lainnya. Untuk ciri-ciri yang kedua dari burung murai batu medan adalah warna dari kakinya. Untuk warnanya sendiri memiliki perbedaan antara murai muda dan juga murai dewasa.

Warna kaki yang dimiliki oleh murai muda biasanya berwarna merah gelap sedangkan untuk murai yang berusia dewasa warna kakinya kebanyakan diselimuti oleh beberapa sisik yang berbentuk melengkung seperti bentuk dari buah belimbing. Ciri-ciri yang selanjutnya adalah tentang bentuk posturnya. Postur tubuh dari burung murai batu medan adalah berbentuk lebih besar dari burung murai batu lainnya.

Baca Juga : https://murairimba.com/budidaya-murai-batu-yang-sedang-digemari-oleh-masyarakat-umum/

Cara ternak burung murai batu medan

Jika kalian sudah mengerti tentang ciri-ciri dari burung murai batu medan, maka hal selanjutnya yang harus kalian mengerti adalah cara beternak murai batu medan. Berikut ini merupakan beberapa ciri ternak burung murai batu medan tersebut:

Lokasi
Hal pertama yang bisa anda lakukan untuk melakukan ternak burung murai batu medan adalah menentukan lokasi untuk dijadikan tempat kandang dari murai tersebut. Peletakan kandang murai biasanya sering dilakukan di samping maupun pada pekarangan rumah pemiliknya.

Ukuran dari kandang murai
Hal kedua yang bisa anda lakukan setelah menentukan lokasi penempatan kandang adalah melakukan pengukuran kandang murai tersebut. Usahakan gunakan kadang yang tidak terlalu besar, karena jika kadang yang digunakan untuk beternak terlalu besar bisa membuat burung murai tersebut lebih sering kehabisan tenaga karena selalu terbang di dalam kadang tersebut. Selain itu jika burung murai lebih sering kehabisan tenaga maka dampak yang ditimbulkan adalah penurunan tingkat reproduksi burung tersebut.

Adanya alat pendukung
Alat pendukung yang diperlukan disini adalah seperti bahan sarang, tenggeran dan juga sarang dari burung medan. Selain itu tempat makan dan minum juga sangat diperlukan.

Pakan minum burung
Hal yang selanjutnya yang harus anda lakukan adalah memberikan pakan dan juga air minum. Untuk pakan sendiri anda bisa menambahkan beberapa pakan ekstra dan juga beberapa vitamin tambahan. Lalu untuk air minum yang akan dikonsumsi oleh burung murai tersebut sebaiknya adalah air minum yang sudah dimasak. Hal ini dilakukan agar air minum yang akan dikonsumsi oleh burung tersebut terhindar dari berbagai bakteri dan juga parasit.

Kebersihan akan kadang
Hal yang tak kalah penting anda perhatikan dan harus anda lakukan adalah tentang kebersihan kadang. Mulai dari kebersihan kotoran burung di dalam kandang ataupun tentang sisa makanan dalam kandang tersebut.

Proses perkembang biakan
Untuk proses perkembang biakan dari burung murai batu medan anda bisa menggunakan dua alternatif. Alternatif tersebut adalah seperti proses perkembangbiakan perkawinan secara langsung atau menggunakan alternatif perjodohan.

Ciri-ciri indukan murai yang bagus

Selain cara beternak murai batu medan yang harus diperhatikan, ada hal lain yang tak kalah penting untuk diperhatikan. Hal tersebut adalah pentingnya indukan jantan maupun betina yang memiliki tubuh dan karakteristik yang bagus. Agar kalian tidak salah dalam memilih indukan yang digunakan untuk beternak maka perhatikan beberapa tips berikut ini:

Ciri-ciri indukan bagus burung murai batu medan jenis kelamin jantan

  • Murai batu medan sudah dalam keadaan jinak dan tentunya sudah tidak takut terhadap keberadan manusia
  • Usia yang dibutuhkan indukan tersebut adalah lebih dari 2 tahun
  • Adanya nafsu makan yang tingg
  • Indukan tersebut dapat terlihat aktif dan juga gesit tentunya
  • Bulu yang dimiliki oleh indukan tersebut tidak berwarna kusam tentunya juga dalam keadaan sehat
  • Ekor yang dimiliki oleh burung murai tersebut biasanya memiliki ekor yang panjang dan juga memiliki postur tubuh yang bagus

Ciri-ciri indukan bagus burung murai batu medan jenis kelamin betina

Usia yang dibutuhkan oleh indukan betina burung murai batu medan tersebut sudah memiliki usia lebih dari satu tahunSama seperti dengan indukan jantan, indukan betina harus memiliki gerakan yang cukup aktif dan juga agresif
Nafsu makan yang dimiliki oleh indukan betina tersebut diharuskan memiliki nafsu makan yang banyak.

Baik untuk nafsu makan extra fooding maupun pakan voer. Tentunya indukan murai batu medan harus memiliki badan yang sehat dan tidak cacat, selain itu indukan betina harus memiliki postur tubuh yang baik (tidak gendut maupun kurus)
Harga kisaran burung murai

Untuk harga yang dimiliki oleh burung murai tersebut biasanya berkisar relatif. Anda bisa menemukan harga dari burung murai batu medan yang anakan memiliki harga kisaran Rp. 700.000 sedangkan untuk harga burung murai batu medan yang sudah dewasa sekitar Rp. 1.300.000. Akan tetapi harga tersebut bisa berubah sewaktu-waktu.

Penyakit yang dialami oleh murai batu medan

Selain cara beternak murai batu medan dan juga ciri indukan yang harus anda perhatikan, baiknya anda juga memperhatikan tentang beberapa penyakit yang bisa menyerang murai batu medan. Penyakit tersebut adalah seperti adanya kaki bengkak, suara yang dikeluarkan dari burung murai mulai serak, bulu dari ekor burung murai tidak mau tumbuh seperti biasanya, mata yang dimiliki oleh burung tersebut sudah mulai bengkak, yang terakhir adalah adanya kutu yang menempel pada burung tersebut.

www.murairimba.com

Budidaya Murai Batu Yang Sedang Digemari Oleh Masyarakat Umum

Budidaya Murai Batu Yang Sedang Digemari Oleh Masyarakat Umum

Budidaya Murai Batu – Saat ini banyak sekali orang yang mulai ingin memulai berbudidaya murai batu. Karena memang harga jual dan peminatnya selalu memiliki peningkatan yang signifikan belakangan ini. Agar kalian lebih mengerti bagaimana cara budidaya murai batu alangkah baiknya kalian membaca artikel ini.

Burung Murai Batu ekor panjang yang digemari

Murai batu

Burung murai batu merupakan sebuah burung yang notabene tersebar luas di negara indonesia. Setiap jenis dari burung murai batu selalu memiliki ciri yang berbeda-beda, hal ini mungkin dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti faktor letak geografisnya dan juga habitatnya. Burung murai memiliki keunikan tersendiri, keunikan tersebut adalah berkicaunya burung tersebut. Lantas untuk saat ini banyak sekali orang yang mulai memeliharanya untuk dijadikan hiasan pribadi bahkan ada juga yang sudah memulai untuk membudidayakannya. Lalu bagaimana sih cara budidaya murai batu ini, baca selengkapnya sebagai berikut ini.

Macam-macam murai batu

Sebelum kalian mengetahui cara budidaya murai batu dengan baik, akan lebih baik jika kalian mengetahui beberapa jenis burung murai sebagai berikut ini:

Murai batu medan

Jenis burung murai batu yang pertama adalah jenis burung murai batu medan. Burung ini merupakan sebuah burung terbaik diantara jenis burung murai batu lainnya. Burung murai batu medan untuk saat ini sudah mulai banyak dijumpai pada daerah Pulau Sumatra, Pulau Kalimantan, bahkan Pulau Jawa. Burung murai batu medan ini memiliki ekor yang notabene sangat panjang. Biasanya ukuran burung murai medan ini memiliki panjang sekitar dari 25 cm hingga 30 cm. Selain itu kicauan yang dikeluarkan oleh burung ini selalu memiliki kicau yang indah, tak heran jika burung ini memiliki julukan burung murai batu terbaik diantara burung murai batu lainnya.

Murai nias

Jenis burung murai batu yang selanjutnya adalah murai nias. Sama dengan namanya, burung ini memiliki asal dari daerah Nias. Banyak orang yang menyebutkan bahwa burung ini bisa menjadi pesaing dari burung murai batu medan. Hal ini dikarenakan burung ini sudah sering menjuarai berbagai perlumbaan. Ukuran tubuh dan juga ukuran dari panjang ekor yang dimiliki oleh burung murai batu dari nias ini sedikit lebih kecil dari murai batu medan. Akan tetapi kicau yang dihasilkan oleh burung ini notabene juga memiliki daya tarik tersendiri.

Murai malaysia

Burung murai yang selanjutnya adalah burung murai malaysia. Burung ini banyak ditemui pada daerah Semenanjung Malaysia. Burung murai malaysia ini biasanya memiliki ekor yang panjang akan tetapi ada juga ekor pendek yang dimiliki oleh burung murai ini. Panjang ekor dari burung murai malaysia ini biasanya mencapai ukuran 29 cm sampai dengan 36 cm. Akan tetapi ekor dari burung ini biasanya lebih lentur dibandingkan dengan jenis burung murai lainnya. Bentuk tubuh dari murai malaysia ini biasanya lebih besar jika kalian bandingkan dengan bentuk tubuh dari murai batu medan. Karena burung ini memiliki ekor yang panjang hal itulah yang membuatnya memiliki kelemahan akan stamina yang dimilikinya.

Murai lampung

Jenis burung murai selanjutnya adalah burung murai lampung. Burung ini notabene memiliki kekuatan sama seperti burung murai lainnya. Murai dari lampung ini biasanya memiliki ekor lebih pendek dibandingkan dengan murai dari Aceh. Selain suaranya yang indah, burung murai lampung ini juga memiliki mental yang bisa dikatakan sangat bagus. Hal inilah yang membuat burung ini berbeda dari burung lainnya.

Murai batu kalimantan

Murai batu kalimantan merupakan sebuah jenis murai yang berasal dari Daerah Kalimantan. Harga yang ditunjukan oleh burung ini ketika dijual hampir selalu memiliki harga yang relatif rendah dibandingkan dengan murai jenis lainnya. Hal ini dikarenakan burung ini memiliki kekurangan pada bagian suaranya. Panjang ekor yang dimiliki oleh burung murai tersebut adalah sekitar 15 cm.

Burung murai aceh

Murai aceh merupakan burung yang memiliki kualitas berkicau yang sangat indah sama seperti murai batu medan. Akan tetapi jika dilihat dari bentuk badannya, murai aceh sedikit lebih kecil dibandingan murai medan. Untuk ukuran panjang ekor yang dimiliki oleh murai aceh sendiri notabene memiliki panjang sekitar 20 cm hingga 30 cm.

Cara budidaya murai batu

Agar proses budidaya yang kalian lakukan bisa berjalan dengan baik. Alangkah baiknya jika kalian memperhatikan cara budidaya murai batu berikut ini:

Persiapan lokasi

Hal pertama yang bisa anda lakukan adalah mempersiapkan lokasi untuk tempat kandang budidaya murai tersebut. Penggunaan lokasi yang baik bisa berguna untuk menghindari kemungkinan burung stres dan juga bisa memudahkan burung bisa beradaptasi dengan lingkungan yang baik. Usahakan pemilihan lokasi berada didekat rumah seperti samping, depan ataupun belakang rumah. Hindari dari gangguan burung lain, karena hal ini bisa mengganggu proses reproduksi yang akan dilakukannya.

Baca Juga : https://murairimba.com/beberapa-jenis-burung-murai-batu-dan-penjelasanya/

Kandang budidaya murai

Untuk terkait dengan kandang yang akan digunakan berbudidaya murai tersebut, anda bisa menggunakan yang sesuai dengan keinginan anda, akan tetapi usahakan agar ukuran tidak terlalu besar ataupun terlalu kecil. Lalu usahakan juga agar diberi sekam di dalam kandangnya agar burung tetap terjaga dalam kondisi suhu yang baik.

Persiapan induk murai

Langkah berikutnya adalah menyiapkan induk murai batu yang akan dibudidayakan. Selalu pastikan bahwa indukan jantan maupun betina yang anda pilih memiliki kualitas tubuh yang baik dan juga memiliki umur yang sudah siap dibudidayakan. Untuk umur indukan jantan pastikan memiliki umur lebih dari 2 tahun, sedangkan untuk umur indukan betina memiliki umur lebih dari 1 tahun. Lalu setiap indukan harus dipastikan memiliki nafsu makan yang banyak.

Pakan burung

Hal selanjutnya adalah memberikan pakan burung terhadap burung yang akan dibudidayakan. Pastikan pakan yang anda berikan memiliki kandungan pakan yang berkualitas. Sehingga hal tersebut bisa merangsang hormone reproduksi dari indukan yang akan anda budidayakan.

Perhatian khusus terhadap anakan burung murai

Untuk masalah anakan dari hasil budidaya burung murai batu harus memiliki perhatian yang khusus dari kalian agar terhindar dari beberapa resiko seperti kematian.

Penyakit jika berbudidaya burung murai batu

Ancaman terbesar dari berbudidaya apapun adalah adanya serangan dari berbagai macam penyakit. Hal ini juga kemungkinan akan menyerang budidaya murai batu. Maka hal tak kalah penting dari cara budidaya murai batu adalah kalian juga harus mengerti beberapa macam penyakit yang bisa menyerang burung murai kalian. Penyakit tersebut adalah sebagai berikut ini:

Suara serak dari burung

Penyakit yang pertama adalah adanya penyakit suara serak dari burung, biasanya penyakit ini disebabkan oleh tidak baiknya sirkulasi dari luar maupun diluar kandang. Untuk bisa menyembuhkan penyakit ini ini kalian bisa menggunakan cara seperti menggunakan air minum yang sudah dicampurkan terhadap rebusan daun sirih. Kalian juga bisa melakukan tetesan terhadap mata murai dengan tetesan dari perasan air daun lateng putih. Atau mungkin menggunakan tetesan dari rebusan jahe dan kencur.

Penyakit kaki bengkak

Penyakit yang selanjutnya adalah penyakit kaki bengkak yang dialami oleh murai. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh jamur atau kaki burung yang tertusuk sesuatu yang tajam dari dalam kandang tersebut. Jika burung murai yang kalian miliki tersebut terkena penyakit ini, hendaknya kalian bisa melakukan beberapa pengobatan seperti mengoleskan minyak tawon dua kali sehari terhadap daerah kaki yang bengkak secara rutin. Bisa juga oleskan saleb kulit atau menggunakan obat merah terhadap kali yang mulai bengkak.

Beberapa masalah terkait budidaya burung murai batu

Selain penyakit hal atau masalah yang sering dijumpai oleh para pemula adalah tidak mengetahui kisaran umur yang sudah siap bereproduksi, tidak mengetahui indukan yang sedang birahi baik indukan betina maupun indukan jantan, selalu bingung waktu untuk indukan tersebut mulai berproduksi, tidak mengetahui ukuran kandang yang sesuai dan juga tidak dapat menentukan indukan jantan dan betina.

Pakan burung murai batu

Setelah mengetahui cara budidaya murai batu, maka agar budidaya yang kalian lakukan berhasil. Kalian bisa memperhatikan pakan dari burung tersebut. Untuk pakan dari burung murai harus memiliki nutrisi yang penuh. Pakan bisa berupa pakan alami, pakan buatan maupun campuran dari kedua pakan tersebut. Adapun beberapa pakan tambahan seperti jangkrik, ulat hongkong, binatang orong-orong, cacing dan belalang yang memiliki guna sebagai peningkatan sistem kekebalan tubuh.

www.murairimba.com

Beberapa Jenis Burung Murai Batu dan Penjelasanya

Beberapa Jenis Burung Murai Batu dan Penjelasanya

Jenis Burung Murai Batu dan Penjelasanya – Dikalangan pecinta burung, ada beragam jenis Burung Murai Batu yang sering dipelihara. Sebagian orang menganggap bahwa memelihara burung akan membawa berkah bagi diri sendiri. Apalagi ketika burung yang dimiliki adalah burung kelas atas. Karena itu banyak orang rela menghabiskan uang demi seekor burung.

Cara ternak burung murai

Burung Murai Batu adalah salah satu burung yang sering dipelihara oleh banyak orang. Suara kicauan yang khas dan memiliki bulu beraneka warna tentu tidak sedikit orang yang berlomba-lomba memilikinya. Burung ini juga sering dilombakan dalam berbagai kompetisi lokal maupun nasional.

Namun, sebelum Anda berniat untuk memelihara Murai Batu, perlu Anda ketahui terlebih dahulu jenis dan asalnya. Biasanya jenis Burung Murai Batu dibedakan sesuai asal mereka ditemukan. Ini bisa saja sebagai Murai Batu khas dari masing-masing daerah karena penamaannya pun juga disesuaikan dengan asal mereka.

Burung Murai Medan

Jika Anda memiliki keinginan untuk memelihara Murai Batu, burung ini adalah salah satu jenis Murai terbaik yang ada di Indonesia. Bahkan kebanyakan pemilik pecinta burung hampir selalu memiliki burung ini di daftar burung mereka. Banyak orang orang menilai burung ini sebagai burung yang khas dan unik.

Ada alasan mengapa burung ini dianggap sebagai salah satu Murai terbaik di Indonesia. Salah satu alasannya adalah karena memiliki ekor panjang yang elegan. Dengan warna-warni ekor yang dimiliki oleh Murai Medan, banyak orang berkeinginan untuk mendapatkannya meskipun harganya tidak murah.

Burung Murai Nias

Burung ini jika dimasukan dalam spesies burung yang sama adalah pesaing dari Murai Medan. Murai Nias banyak diburu oleh sebagian kalangan karena memiliki predikat sebagai burung juara. Jika ada sebuah perlombaan kicau burung, hampir pasti salah satu juaranya adalah burung ini.

Alasan ini yang membuat banyak orang kemudian rela menghabiskan uangnya demi seekor burung. Namun, di balik mahalnya harga burung ini ternyata membawa berkah bagi pemiliknya. Jika Murai Nias memenangkan perlombaan yang pasti harganya akan melambung tinggi dan ini menjadikan pemiliknya sebagai orang beruntung.

Baca Juga : https://murairimba.com/bagaimana-cara-yang-tepat-menjodohkan-murai-batu-saat-mabung/

Murai Lampung

Sebagai salah satu murai yang berasal dari Sumatra, Murai Lampung memiliki keunikannya sendiri. Banyak orang menganggap bahwa burung ini lebih kreatif dalam mengeluarkan kicauan. Burung ini juga masuk dalam kategori salah satu Murai Batu terbaik di Indonesia karena kicauannya yang kreatif.

Murai Lampung mudah dibedakan dengan murai asal Sumatra lainnya. Jika dilihat secara fisik maka murai ini memiliki ekor yang lebih pendek daripada murai lain. Namun, keindahan murai ini tidak kalah dengan jenis Burung Murai Batu lainnya di Indonesia.

Burung Murai Malaysia

Berbeda dengan murai lainnya, murai ini lebih umum tersebar di daerah Malaysia, tepatnya di Semenanjung Malaya. Ada keunikan tersendiri dari murai satu ini, yaitu kecerdasannya yang cukup tinggi. Murai Malaysia memiliki kecerdasan untuk menirukan sura kicauan burung lain, sehingga memiliki suara yang keras dan variatif.

Memelihara Burung Murai sebenarnya sama saja dengan memelihara burung lainnya, namun ada sesuatu yang menarik jika Anda memelihara burung ini. Titel juara hampir selalu bisa didapatkan ketika ada perlombaan. Bahkan harga jualnya pun juga akan melambung tinggi seiring popularitas burung.

Bagi yang ingin memelihara Murai Batu, Anda bisa mendapatkan burung ini dengan mudah melalui MRK Kediri. Jenis Murai yang variatif akan mempermudah Anda dalam memilihnya. Dapatkan informasi lainnya di blog kami agar pengetahuan Anda tentang jenis Burung Murai Batu semakin luas.

www.murairimba.com

Bagaimana Cara Yang Tepat Menjodohkan Murai Batu Saat Mabung

Bagaimana Cara Yang Tepat Menjodohkan Murai Batu Saat Mabung

Cara Yang Tepat Menjodohkan Murai Batu Saat Mabung – Siapa yang tidak kenal dengan burung Murai Batu? Tentu hampir sebagian besar pecinta burung pasti mengenal jenis burung yang satu ini bukan? Mengingat kepopuleran dari Murai Batu ini sudah tidak perlu diragukan lagi. Sayangnya, tidak sedikit dari pecinta burung yang merasa bingung bagaimana menjodohkan murai batu saat Mabung.

Menjodohkan Murai Mabung

Hal ini bukan tanpa alasan karena ketika masa mabung, burung sendiri memang akan kehilangan bulu-bulu yang menjadi kebanggaannya tersebut. inilah yang menyebabkan burung kesayangan anda tersebut seakan kehilangan jati diri yang mereka miliki. Selain mengetahui bagaimana cara melatih burung murai kesayangan anda agar punya suara bagus, menjodohkan burung murai anda memang menjadi hal yang sangat penting.

Terlebih lagi apabila tujuan anda dalam merawat murai adalah untuk budidaya juga. Cara untuk menjodohkan Murai tersebut juga harus anda ketahui, mengingat ini akan sangat mempengaruhi bagaimana anak murai yang dihasilkan nantinya. Ada beberapa hal memang yang harus anda ketahui ketika akan menjodohkan murai Batu saat Mabung ini.

Tips menjodohkan murai Batu saat Mabung

Tentunya sebagian besar dari anda tidak begitu memahami bukan bagaimanakah cara menjodohkan burung murai kesayangan anda tersebut dengan benar? Anda tidak perlu khawatir karena pada artikel kali ini, kami akan memberikan sejumlah tips yang sangat berguna untuk anda. Berikut ini ulasan lengkap yang harus anda ketahui mengenai cara menjodohkan murai batu saat mabung

Pemberian pakan yang tepat

Seperti yang sudah kita ketahui, apabila Murai Batu ini memang mempunyai tingkat birahi yang cukup tinggi. Akibatnya jika burung bertemu lawan jenis, maka bukannya perjodohan yang terjadi melainkan pertikaian. Agar perjodohan bisa berjalan dengan baik, maka anda juga wajib untuk memperhatikan pakan burung anda tersebut.

Untuk hari pertama, maka anda bisa memberikan makanan berupa voer kepada induk jantan maupun betina. Ekstra fooding pun juga perlu untuk anda tambahkan. Apabila tidak ada makanan ekstra, maka anda bisa juga memberikan pakan berupa kroto ataupun jangkrik.

Sedangkan untuk hari yang kedua, anda bisa memberikan ekstra fooding dengan jumlah yang sama seperti hari sebelumnya. Dengan begini, maka tingkat birahi dari burung akan tetap terjaga. Selain itu, dalam memberikan voer pada burung Murai ini pun harus sesuai dengan dosis. Bukan hanya itu, jika anda ingin memberikan pakan jangkrik, pastikan tidak boleh berlebihan.

Dalam sehari, anda sendiri bisa memberikan jangkring kurang lebih 4 ekor. Jika sudah berjodoh dan disatukan ke dalam satu kandang yang sama, maka anda bisa langsung meningkatkan pemberian pakan berupa jangkring tersebut menjadi 24 jangkrik setiap harinya.

Baca Juga : https://murairimba.com/10-tips-cara-ternak-burung-murai-ekor-panjang/

Jangan lupa memandikan burung anda

Proses memandikan antara induk betina dan jantan ketika masa perjodohan tidaklah sama. Untuk itulah anda wajib mengetahui bagian yang satu ini. Dimana untuk jantan sendiri bisa memanfaatkan mangkok plastic. Mangkuk tersebut bisa langsung anda taruh ke dalam sangkar jika belum berjodoh.

Sedangkan untuk indukan betina, anda bisa memandikannya dengan cara menyiapkan tempat untuk mandi terlebih dahulu. Tempat untuk mandi tersebut bisa anda taruh di dalam penangkaran. Ini dilakukan ketika induk jantan dan betina belum berjodoh. Jika induk tersebut sudah berjodoh maka anda bisa memandikannya didalam sangkar yang sama secara bergantian.

Bagaimana cara merawat burung murai yang mabung

Setelah mengetahui bagaimana cara menjodohkan burung murai saat mabung, anda juga harus mengetahui bagaimana perawatan burung murai ini ketika mabung. Pasti bagi anda yang penggemar dunia burung tidak asing dengan istilah mabung ini bukan? Mabung sendiri merupakan rontoknya buru lama yang digantikan dengan bulu baru seperti yang sudah diulas sebelumnya.

Bagi semua burung berkicau, proses ini sendiri merupakan hal yang wajar terjadi dan tidak perlu anda khawatirkan. Tetapi justru hal yang wajib untuk anda khawatirkan adalah ketika burung berkicau anda tidak mengalami masa mabung ini. Ketika burung anda mengalami masa ini maka perawatan yang baik memang perlu anda perhatikan dengan baik.

Perlu diingat apabila perawatan yang anda lakukan tersebut tidak benar, bisa menyebabkan masalah berat lainnya seperti bulu burung justru tidak tumbuh kembali. Selain itu, burung murai ini pun bahkan bisa menjadi stress jika tidak mendapatkan perhatian yang khusus. Untuk itulah, berikut ini cara merawat burung anda yang sedang mengalami masa mabung.

Berikan nutrisi yang bagus

Ketika burung anda sedang mengalami masa mabung, maka ada baiknya anda untuk memperhatikan nutrisi apa sajakah yang didapatkan oleh burung anda tersebut. dengan makanan yang mengandung nutrisi banyak inilah akan membantu bulu mereka agar tumbuh kembali.

Anda tidak boleh memberikan pakan kepada burung anda pakan yang tidak berkualitas. Untuk itulah sebaiknya anda wajib untuk memberikan pakan pada burung anda yang berkualitas sehingga burung Murai batu ini bisa melewati masa mabung dengan baik.

Umur murai batu ketika mabung pertama kali

Perlu anda ketahui apabila Murai Batu ini akan mengalami mabung selama 4 hingga 5 bulan tetapi juga akan sangat tergantung dengan kondisi murai anda pada saat itu. Untuk ciri-ciri murai yang tengah mengalami masa mabung ini sendiri biasanya akan menunjukkan adanya bulu-bulu kecil yang rontok. Kemudian akan dilanjutkan dengan rontoknya bulu ekor dan bulu bagian lainnya.

Diletakkan di tempat yang aman

Bentuk perawatan lainnya yang perlu anda perhatikan untuk merawat murai Mabung dan sebagai cara menjodohkan burung murai saat mabung adalah pastikan anda menaruh mereka di dalam tempat yang aman. Ini berarti burung tersebut harus dijauhkan dari berbagai gangguan yang ada di sekitar. Jika perlu anda bisa menutup sangkar burung dengan baik

Air minum yang bersih

Bukan hanya memberikan pakan yang berkualitas saja, Dalam memberikan air minum murai Batu ini pun harus anda perhatikan dengan baik. Pastikan anda memberikan air minum yang bersih dan jangan lupa untuk menggantinya secara berkala agar tetap terjaga kebersihannya.

Yang perlu anda ketahui ketika akan menjodohkan burung murai mabung adalah kedua indukan memang dalam masa mabung. Hal ini tidak lain agar kedua indukan tersebut tidak menyerang sehingga keuntungan yang bisa anda peroleh adalah produk anakan dari kedua indukan tersebut akan lebih berkualitas dan maksimal. Sebenarnya, tahapan dari menjodohkan burung murai ketika masa mabung ini hampir sama dengan penjodohan dewasa lainnya.

Menjodohkan burung murai ini sendiri memang wajib untuk anda lakukan. Terlebih lagi apabila anda memiliki tujuan untuk membudidayakan burung murai ini. hanya saja, menjodohkan burung murai batu biasa dengan yang sedang mabung memang sedikit berbeda.

Mempunyai kicauan yang sangat cantik dan indah memang membuat banyak orang tertarik untuk mempunyai jenis burung yang satu ini. buat anda yang ingin membudidayakan burung ini, anda harus mengetahui bagaimana cara menjodohkan burung murai saat mabung.

www.murairimba.com

10 Tips Cara Ternak Burung Murai Ekor Panjang

10 Tips Cara Ternak Burung Murai Ekor Panjang

Cara Ternak Burung Murai Ekor Panjang  – Burung merupakan hewan yang dapat dijadikan sebagai hobby terutama burung hias. Burung hias mempunyai penampilan yang indah dan suara yang bagus. Selain untuk hobby, burung hias juga menjadi peluang besar dalam berbisnis. Salah satu yang banyak diminati adalah ternak murai batu ekor panjang.

Mura Batu ekor panjang

Ternak Murai Batu ekor panjang juga dapat dilombakan. Bahkan untuk dilombakan, harga Burung Murai Batu ekor panjang dapat menjadi jauh lebih tinggi. Tentunya hal tersebut dapat menjadi keuntungan yang menggiurkan.

Burung murai batu ekor panjang

Burung Murai Batu merupakan salah satu jenis burung yang cukup terkenal di Indonesia. Burung Murai Batu juga sangat cocok dijadikan sebagai burung peliharaan di rumah. selain itu burung Murai Batu juga dapat dijadikan lahan bisnis karena kicauan suaranya yang merdu, bervariasi, dan bermelodi.

Karakteristik Burung Murai Batu

Burung Murai Batu sangat mudah beradaptasi. Selain itu burung ini juga dikenal sebagai burung petarung yang dapat dengan mudah terpancing untuk berkicau dan mengalahkan kicauan burung murai batu yang lain. Namun Burung Murai Batu adalah jenis burung yang sangat mudah dijinakkan.

Cara ternak Burung Murai Ekor Panjang

Sama halnya seperti burung hias yang lain, ternak Murai Batu ekor panjang juga tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Walaupun terkesan mudah memelihara dan merawat Burung Murai ekor panjang juga membutuhkan perawatan yang khusus mulai dari pemilihan kandang, bibit, hingga kualitas pakan yang diberikan.

Baca Juga : https://murairimba.com/tips-merawat-burung-murai-batu-untuk-lomba/

Jenis kandang

Kandang burung umumnya terdiri dari berbagai bentuk dan ukuran. Namun sebaiknya pilihlah jenis kandang untuk Burung Murai ekor panjang yang tidak terlalu besar atau terlalu kecil. Kandang yang terlalu besar akan membuat burung kehabisan energi karena akan terbang kesana kemari dan menyebabkan bulu menjadi mudah rontok. Sedangkan kandang yang terlalu kecil akan membuat Burung Murai ekor panjang mudah stress dan dapat mengganggu proses reproduksinya. Ukuran kandang yang ideal adalah 60 cm x 60 cm x 60 cm. sedangkan jika burung berukuran sedang sebaiknya kandang berukuran 100 cm x 200 cm x 200 cm. selain itu bahan kandang juga harus diperhatikan. Bahan untuk dinding kandang yang paling cocok adalah terbuat dari kerangka kayu dan strimin logam.

Lokasi kandang

Lokasi kandang juga akan menentukan kenyamanan dari Burung Murai ekor panjang. Untuk itu Anda harus memilih lokasi yang tepat untuk merawat dan membesarkan burung peliharaan Anda. Sebaiknya lokasi kandang terhindar dari banyak gangguan seperti panas atau bising, agar burung tidak mengalami stress. Biasanya lokasi yang paling banyak dipilih adalah di teras atau halaman rumah. Tidak banyak orang yang meletakkan kandang di dalam rumah. Selain itu sebaiknya letakkan kandang setinggi mata memandang agar dapat menyamakan dengan habitat asalnya yaitu seperti di atas pohon atau ranting pohon. Lokasi yang tidak tepat akan membuat Burung Murai ekor panjang betina bisa saja tidak mau bertelur.

Peralatan kandang

Selain kandang, di dalam kandang juga membutuhkan peralatan yang mendukung sebagai tempat tinggal Burung Murai ekor panjang. Beberapa perlengkapan kandang diantaranya tempat makan, tempat minum, tenggeran, dan lain sebagainya.

www.murairimba.com

Tips Merawat Burung Murai Batu Untuk Lomba

Tips Merawat Burung Murai Batu Untuk Lomba

Merawat burung murai bagi sebagian orang adalah salah satu cara untuk mendapatkan kemenangan dalam sebuah perlombaan kicau burung. Banyak cara dilakukan demi mendapatkan murai batu yang berkualitas tinggi. cara melatih burung murai batu juga ternyata tidak terlalu sulit karena burung ini termasuk memiliki kecerdasan tinggi.

Burung Murai Lomba

Ada banyak jenis burung murai batu yang bisa Anda temui, misalnya saja murai medan dan murai nias. Kedua jenis murai ini sangat terkenal di kalangan pecinta burung karena memiliki kicauan yang unik. karena kepopuleran burung ini, Anda bisa menemukannya di berbagai toko burung baik secara offline atau online.

Anda perlu merawat burung ini untuk hasil maksimal ketika diikutkan dalam perlombaan. Merawat burung ini tidak hanya dilakukan ketika akan mengikuti perlombaan saja, tetapi harus rutin. Hal ini sangat penting agar kualitas burung tidak berubah-ubah. Tentu saja perawatan rutin akan memberi hasil yang lebih maksimal.

Berikan Pakan yang Baik

Pemberian pakan yang baik menjadi hal paling utama jika Anda ingin burung murai Anda memenangkan perlombaan. Ada beragam jenis pakan yang bisa Anda berikan pada murai batu Anda sehingga kebutuhan gizinya tercukupi. Jika gizinya tercukupi maka kesehatan dan kebugaran burung murai akan lebih baik.

Beberapa jenis pakan untuk murai yang baik adalah jangkrik, kroto, dan ulat hongkong. Tiga pakan ini menjadi andalan ketika burung murai akan mengikuti sebuah perlombaan. Beberapa ekor jangkrik dan ulat hongkong biasanya diberikan sebelum perlombaan dimulai. Hal ini berguna untuk stamina dan keagresifan murai batu ketika berkicau.

Untuk kroto sendiri biasanya diberikan ketika hari-hari biasa sebagai pakan utama murai batu. Kroto sangat baik bagi pertumbuhan murai batu dan juga berfungsi sebagai penambah stamina burung. Namun selain itu murai batu juga harus diberikan pakan tambahan seperti vitamin dan suplemen untuk menjaga kebugaran burung.

Perdengarkan Mp3

Selain memberikan pakan yang baik, merawat burung murai untuk sebuah perlombaan lainnya adalah dengan memperdengarkanya berbagai kicauan dari berbagai jenis burung. Murai batu adalah salah satu burung dengan kecerdasan tinggi, karena itulah murai batu mampu menirukan beberapa suara kicauan burung lain.

Cara ini sangat efektif bagi murai batu, apalagi jika diperdengarkan secara rutin seminggu atau dua minggu sebelum perlombaan. Selain murai batu memiliki mental kuat, murai juga bisa beradaptasi dengan kicauan baru yang dia pelajari dari Mp3 tersebut. tidak heran jika cara ini menjadi kegiatan rutin para pecinta burung.

Bersihkan Kandang Sesering Mungkin

Merawat burung murai berarti harus memperhatikan kandangnya juga. Anda harus selalu memperhatikannya dengan senantiasa membersihkan kandang. Buanglah kotoran burung murai ketika dirasa sudah menumpuk. Selain itu kandang juga harus disemprot dengan air bersih untuk menghindari tungau, bakteri, atau kotoran lain.

Anda juga harus memandikan burung murai agar tetap bersih, terutama bulu-bulunya harus selalu terhindar dari kotoran. Murai tidak akan nyaman jika tubuhnya dipenuhi oleh kotoran sehingga ketika mengikuti sebuah perlombaan kicauannya tidak maksimal. Karena itulah Anda harus selalu rutin membersihkan dan memandikan burung murai setidaknya tiga hari sekali.

Anda memerlukan banyak informasi tentang perawatan burung Murai ini. MRK Kediri adalah salah satu tempat untuk mendapatkanya. Selain menyediakan informasi tentang murai, di sana Anda juga bisa membeli burung murai batu. Kualitas murai kami adalah yang terbaik dan layak untuk dipelihara sehingga cocok untuk Anda yang ingin memelihara dan merawat burung murai untuk berbagai perlombaan.